Rabu, 17 November 2010

Satu Ekor Sapi Super

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dikatakan mengurbankan masing-masing Satu Ekor Sapi Super di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada hari Idul Adha 2010.

"Beratnya masing-masing di atas 1 ton," ujar Wahidin, salah seorang panitia, kepada Kompas.com di Masjid Istiqlal, Rabu (17/11/2010). Selain SBY dan Boediono, pejabat lain yang turut memberikan hewan kurban melalui Istiqlal adalah Menteri Agama Suryadharma Alie dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

Secara keseluruhan, Istiqlal menerima 17 ekor sapi dan 318 ekor kambing. Hewan kurban ini rencananya akan disembelih pada Rabu malam nanti.

Hewan kurban ini akan dimasukkan ke dalam kantong plastik dan kemudian dibagikan kepada mustahik pada Kamis mendatang. Setiap kantong berisi satu kilogram daging kurban, tulang, dan jeroan.

Wahidin belum dapat memastikan berapa kantong daging kurban yang dibagikan. Panitia masih menerima hewan kurban hingga Rabu malam nanti. Demikian catatan online Nggo kontes tentang Satu Ekor Sapi Super.
READ MORE ~>> Satu Ekor Sapi Super

Minggu, 14 November 2010

Korban Bencana Alam

Masyarakat Korban Bencana Alam di Wasior, Mentawai, dan lereng Gunung Merapi diminta untuk memperbanyak kesabaran di tengah cobaan yang silih berganti.

Demikian Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie saat memberi kata-kata taushiyah dalam acara Doa dan Dzikir untuk Bangsa, Minggu (14/11/2010) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Doa dan Dzikir untuk Bangsa digelar oleh Sharia Consulting Center yang diikuti puluhan ribu umat Islam se-Jabodetabek dan sekitarnya.

Mensos mengatakan, dalam sebuah ayat Al Quran, Allah SWT tidak akan menurunkan azab sepanjang umat-Nya mengikuti Rasulullah SAW.

Ia pun mengajak masyarakat yang selamat dari bencana untuk memperlihatkan kepedulian dan membantu sesama di tenda-tenda pengungsian. "Kita diberi peluang untuk sujud, istigfar, dan taubat," ujar Salim. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang Korban Bencana Alam.
READ MORE ~>> Korban Bencana Alam

Selasa, 09 November 2010

Sebagai anak laki-laki

Sebagai anak laki-laki yang pernah tinggal empat tahun di kawasan Menteng Dalam, Jakarta, Presiden AS Barack Obama tidak pernah mengira bisa masuk dan dijamu di Istana Negara.

Dalam sambutan seusai jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/11/2010) malam, Obama mengatakan, ia tidak pernah berpikiran akan dijamu oleh seorang Presiden Indonesia di tempat yang bersejarah itu.

"Sebagai anak laki-laki yang tinggal di Menteng Dalam, waktu itu saya tidak pernah berpikiran akan dijamu di tempat terhormat ini. Saya tidak pernah menyangka bisa memasuki tempat ini sebagai Presiden Amerika Serikat," tutur Obama.

Pada jamuan makan malam kenegaraan yang dihadiri oleh seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta pimpinan lembaga negara, termasuk Ketua MPR Taufiq Kiemas yang hadir bersama istrinya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, dihidangkan makanan tradisional Indonesia untuk Obama.

Obama dijamu dengan menu bebek asap dengan asparagus, mi bakso, nasi goreng berlauk ayam goreng kremes, telur ceplok, sate daging bumbu kacang, udang galah goreng tepung, dan acar. Sajian makan malam kemudian ditutup dengan hidangan pisang bakar dan es kopyor.

Dalam sambutan penutup, Obama memuji kelezatan hidangan makan malam dan berterima kasih untuk sajian mi bakso, nasi goreng, emping, dan kerupuk. "Semuanya enak," ujar Obama dalam bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya ketika jamuan makan malam dan juga pada konferensi pers seusai pertemuan bilateral, Obama menyampaikan kenangan masa kecilnya selama empat tahun tinggal di Jakarta.

Ia masih mengingat satu-satunya gedung bertingkat di Jalan Thamrin saat itu adalah Sarinah dan orang-orang melintas dengan becak, sepeda, dan bemo.

Namun, Obama menegaskan bahwa kehadirannya saat ini di Indonesia sebagai Presiden AS adalah untuk melihat ke depan, bukan memandang ke belakang. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang Sebagai anak laki-laki.
READ MORE ~>> Sebagai anak laki-laki

Jumat, 05 November 2010

Tak Perlulah Presiden Berkantor di Jogja

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana berkantor di Yogyakarta untuk lebih dekat dengan warga yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi. Keputusan ini diambilnya agar dapat mempercepat pengambilan keputusan.

Namun, Ketua Konsorsium Pengurangan Resiko Bencana Dadang Sudardja mengatakan Presiden tak perlu berlebihan seperti itu.

"Tidak perlulah Presiden sampai berkantor di Yogya. Sangat lucu kalau Presiden memutuskan begitu. Biasanya ketika pejabat negara datang, birokrasi kan jadi persoalan baru di lokasi bencana, harus mempersiapkan ini itu," ungkapnya kepada Kompas.com, Jumat (5/11/2010).

Keputusan Presiden ini, lanjutnya, justru menunjukkan sistem komunikasi dan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi-instansi terkait tidak berlangsung dengan baik.

Dadang mengatakan Presiden sebenarnya cukup berkantor di ibukota untuk memastikan semua langkah penanganan bencana berlangsung dengan baik dan benar.

"Kan sudah ada pemerintah daerah, BNPB, dinas-dinas dan instansi lainnya. Yang penting respon Presiden itu kan untuk mengatakan ini waspada nasional dan memastikan semua instansi melakukan tugasnya dengan baik," katanya.

"Janganlah bencana malah dijadikan cara untuk menarik empati untuk diri sendiri," tambahnya lagi.
READ MORE ~>> Tak Perlulah Presiden Berkantor di Jogja

Wapres Ajak Warga Heningkan Cipta

Wapres Boediono mengajak masyarakat di Saumlaki, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat, untuk berdoa agar warga yang terkena bencana di Gunung Merapi dan Kepulauan Mentawai dapat melewati masa-masa yang sulit dan bencana dapat segera berakhir.

Ajakan itu disampaikan Wapres Boediono saat mengawali peresmian proyek-proyek dan bantuan pemerintah di halaman Kantor Bupati MTB, Saumlaki, Provinsi Maluku, Jumat (5/11/2010) sore.

"Saya mengajak untuk berdoa dan mengheningkan cipta atas meninggalnya saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kita harapkan saudara-saudara kita di sana, Gunung Merapi dan Mentawai, dapat melewati kondisi-kondisi yang sulit dan segera usai," ujar Wapres.

Selanjutnya, Wapres mengajak para undangan berdiri dan berdoa untuk korban Merapi dan tsunami di Mentawai.
READ MORE ~>> Wapres Ajak Warga Heningkan Cipta
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World