Senin, 27 Desember 2010

Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan kinerja terbaik di kawasan Asia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia tumbuh sebanyak 49 persen sepanjang tahun ini.

Indeks saham sektor perkebunan, pertambangan, dan konsumsi (consumer goods) mengalami kenaikan signifikan. Selama tahun ini saham-saham sektor perkebunan mengalami kenaikan 28,25 persen, pertambangan 37,99 persen, dan konsumsi 74,34 persen.

Lima saham sektor konsumsi masih didominasi saham-saham berkapitalisasi besar, seperti PT Gudang Garam Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk.

Saham produsen rokok Gudang Garam mengalami kenaikan harga dari Rp33.950 pada awal tahun ke level Rp52.000, pada Mei 2010. Namun posisi ini tidak bertahan lama. Saham berkode GGRM pada penutupan perdagangan sesi I, 27 Desember 2010, ditutup pada Rp37.900. Gudang Garam memiliki kapitalisasi Rp72,92 triliun.

Menilik kinerja keuangan, hingga 30 September Gudang Garam membukukan pendapatan Rp27,5 triiliun dan laba bersih Rp3 triliun. Gudang Garam memiliki tingkat pertumbuhan laba year on year 21,6 persen.

Sementara itu PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengalami kenaikan harga saham hingga menyentuh Rp5.800 pada September 2010. Pada awal tahun ini, saham bekode INDF ini bergerak pada level Rp3.475. INDF memiliki nilai kapitalisasi sebesar Rp 40,83 triliun. Indofood mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 42,6 persen menjadi Rp2,248 triliun.

Anak usaha Indofood, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menjadi salah satu penyokong indeks sektor konsumer. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2010 pada harga Rp5.395. Kondisi ini bertahan hingga sepanjang Oktober. Saham berkode ICBP ini kini bergerak pada kisaran Rp4.400 - 4.500. ICBP memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp26,24 triliun.

Penarikan produk Indomie di Taiwan rupanya tidak berpengaruh terhadap perolehan laba Indofood CBP. Perseroan mencetak pertumbuhan laba 45,5 persen menjadi Rp1,3 triliun.

Saham berkapitalisasi besar selanjutnya adalah PT Unilever Indonesia Tbk, yaitu Rp119,3 trilun. Saham berkode UNVR merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar untuk sektor konsumer di Bursa Efek Indonesia.

Saham UNVR sepanjang tahun ini pernah menyentuh level tertinggi Rp19.200 dengan level terendah pada awal tahun sebesar Rp11.050. UNVR saat ini diperdagangkan pada Rp15.600.

Unilever mencetak perolehan pendapatan pada kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp14,685 triliun atau naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba yang dicetak Rp2,55 triliun atau naik 12 persen dari 2009.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo mengatakan sektor konsumsi akan melanjutkan pertumbuhannya pada 2011. "Tingkat konsumsi kita tinggi," kata dia ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Senin 27 Desember 2010.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada 2010 mencapai 5,2 persen. Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan memproyeksikan konsumsi rumah tangga tahun depan tidak akan berubah, pada kisaran 4,8 - 5,3 persen.

Hal ini juga didorong oleh tingkat pendapatan per kapita masyarakat yang telah menembus US$3.000. "Masyarakat punya dana untuk belanja," kata Ari.

Meski begitu, Ari mengingatkan ancaman inflasi pada tahun depan lumayan tinggi, terutama dari sektor makanan. Saham konsumsi berkapitalisasi besar diperkirakan akan bertahan menghadapi goncangan.

"Tahun depan mereka kemungkinan sempat jatuh, tapi tetap bertahan," jelas dia. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang Indeks Harga Saham Gabungan.
READ MORE ~>> Indeks Harga Saham Gabungan

Rabu, 15 Desember 2010

Polemik keistimewaan DIY

Pemerintah diminta segera menghentikan Polemik keistimewaan DIY yang mewarnai penyusunan RUUK DIY yang draf-nya masih di tangan pemerintah. Berlarut-larutnya polemik dinilai kontraproduktif.

Dalam diskusi "RUUK DIY", Rabu (15/12/2010), anggota Komisi II, Ganjar Pranowo, Ketua Fraksi PKB di MPR Lukman Edy, dan Ketua Panitia Perancang UU DPD Wayan Sudirta mengingatkan pemerintah bahwa preseden Yogyakarta ini mengusik tiga daerah istimewa dan khusus lainnya.

Keberadaan empat daerah, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Aceh, dan Papua, dilindungi kekhususan dan keistimewaannya oleh UU. "Polemik Yogya sudah menyentuh hal yang sensitif, yaitu NKRI. Kalau Yogya yang jadi jantung republik saja diusik, bagaimana daerah lain? Ada kekhawatiran di Aceh dan Papua. Kalau keistimewaan Yogya saja diutak-atik, bisa saja kekhususan kami dicabut, begitu keresahan mereka. Artinya, dengan kondisi yang sudah kondusif saat ini, mereka juga mempertanyakan lagi," ujar Lukman.

Ia mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan aspek-aspek tersebut. "Fakta politik ini harus dijadikan background oleh pemerintah untuk pensinkronan UU. Jangan ngotot dengan keinginannya," kata dia.

Sementara itu, Ganjar mengatakan, masyarakat selama ini tidak pernah merasa terganggu dengan keistimewaan dan kekhususan yang diberikan kepada daerah-daerah tertentu. "Aceh ada qonun, kita ikhlas. Papua ada MRP, kita ikhlas. DKI, lima wali kotanya ditunjuk kita ikhlas. Kenapa? Karena kita tahu, di situlah kekhususannya. Kalau sekarang Yogya diusik, berani enggak men-challenge Perjanjian Helsinki?" ujar politikus PDI-P ini.

Membaca Yogyakarta, lanjutnya, tidak bisa melihatnya secara tunggal. "Harus melihatnya satu tarikan napas dengan Aceh, Papua, dan DKI Jakarta. Semua daerah itu punya kekhususan yang harus kita terima," kata Ganjar. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang Polemik keistimewaan DIY.
READ MORE ~>> Polemik keistimewaan DIY

Minggu, 05 Desember 2010

Fadli Sadama alias Fernando alias Said

Pelaku terorisme Fadli Sadama alias Fernando alias Said (28) yang ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, berencana melakukan aksi teror di Pekanbaru.

"Fadli berencana melakukan aksi di wilayah Pekanbaru seperti yang terjadi di Mumbai," kata Direktur Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Petrus Golosse di Tangerang, Sabtu (4/12/2010).

Menurutnya, Fadli juga berencana merampok di Medan bersama tersangka Toni Togar yang juga terlibat pada bom hotel JW Marriot I pada 2003 dan ditahan di Siantar, Medan.

"Selain itu, Fadli juga berencana melakukan aksi teror di kawasan wisata Anak Gunung Krakatau dengan sasaran wisatawan asing," kata Petrus.

Fadli yang dibawa dari Malaysia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu pukul 17.30 WIB, menggunakan pesawat MH 723 yang berangkat pukul 16.00 WIB dari Kuala Lumpur.

Fadli ditangkap pada Oktober 2010 di Johor Bahru oleh Special Branch Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang merupakan unit khusus menangani masalah teror, keamanan dalam negeri yang berintensitas tinggi di Malaysia.

"Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Polri dengan PDRM. Saat ditangkap, yang bersangkutan membawa dua senjata api berupa pistol," katanya.

Pada pengembangannya, pistol yang dibeli dari Malaysia itu akan dibawa ke Indonesia.

Fadli baru bebas dari tahanan di penjara Tanjung Gusta, Medan, pada Juli 2010 karena kasus perampokan Bank Lippo Medan pada 2003. Selain itu, ia juga pernah ditahan di Aceh untuk kasus perampokan BRI pada 2008.

Kemudian, hasil rampokannya untuk mendanai bom JW Marriot I pada 2003 oleh kelompok yang dipimpin Azhari dan Noordin M Top.

Fadli akan dijerat atas sejumlah kasus pidana, termasuk keterlibatannya pada perencanaan kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus 2010.

Aksi perampokan di Bank CIMB Niaga, Medan, itu diduga dilakukan lebih dari 10 orang. Kawanan rampok tersebut pun menewaskan seorang petugas satpam bank dan seorang anggota Brimob yang sedang bertugas. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang Fadli Sadama alias Fernando alias Said.
READ MORE ~>> Fadli Sadama alias Fernando alias Said

Kamis, 02 Desember 2010

telah selesai diperiksa

Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan telah selesai diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri. Namun tidak ada satupun wartawan yang berhasil mengadangnya saat ia keluar. Gayus keluar dari pintu Puslabfor Mabes Polri, Jakarta Selatan sekitar pukul 15.30, Kamis (2/12/2010).

Wartawan saat itu hanya menunggu di pintu samping tempat mobil KIA Travello warna silver diparkir. Saat mobil yang membawa Gayus berjalan cepat menuju Puslabfor Polri, para awak media berusaha mengejar namun tidak berhasil menghadang laju mobil.

Begitu Gayus keluar, ia langsung masuk mobil dan langsung melarikan diri melalui jalan Faletehan yang teretak di belakang Mabes Polri.

Dari informasi salah satu penyidik, rencananya Gayus akan langsung menuju ke Apartemen Cempaka Mas untuk melakukan rekonstruksi. Saat ingin dimintai keterangan lewat telepon, salah satu anggota tim pengacaranya, Indra Nathan Kusniadi hanya memberikan pernyataan singkat.

"Langsung ke tempat rekonstruksi. Tapi belum jelas dimana," ujarnya. Demikian catatan online Nggo Kontes tentang telah selesai diperiksa.
READ MORE ~>> telah selesai diperiksa
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World