Rabu, 28 September 2011

Pekan Olahraga Pelajar Nasional

Ping dari Nggo Kontes untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dalam topik Pekan Olahraga Pelajar Nasional.Cabang olahraga (cabor) judo yang akan bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XI tak mematok target tinggi. Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya menargetkan kembali mengulang perolehan medali pada Popnas X.

Pada Popnas 2009 lalu, judo Sulsel mampu meraih satu perak dan dua perunggu. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel kembali hanya menargetkan perolehan medali yang sama untuk Popnas XI tahun ini. Meski demikian, Pelatih Judo Popnas Rosmini mengatakan pihaknya tetap optimistis akan mampu meraih hasil yang lebih maksimal nantinya.

Sulsel menyiapkan delapan atlet. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan empat atlet putri. “Delapan judoka kami siapkan untuk kejuaraan ini. Target kami tetap sama seperti perolehan medali Popnas lalu,yakni satu perak dan dua perunggu. Namun, kami berharap dapat memperbaiki prestasi tersebut,” kata Rosmini.

Rosmini optimistis judo bisa berprestasi lebih baik.Hal ini dilandasi pada kekuatan atletnya saat ini.Pada Popnas XI nanti Sulsel mengandalkan tiga atlet yang sebelumnya pernah mendulang medali di kejuaraan nasional.Ketiga judoka tersebut adalah judoka putra Asrianto,Ridwan Manan,dan Putri Radiah.

“Ketiga atlet tersebut pernah mendulang medali di kejuaraan nasional judo junior di Malang, Maret lalu. Asrianto merebut perak dan dua atlet lainnya meraih perunggu,“ katanya. Terkait target yang tidak terlalu tinggi. Rosmini mengatakan, Sulsel memang tak memasang target yang terlalu tinggi. Pasalnya, kekuatan lawan saat ini kemungkinan meningkat dan sulit untuk diprediksi.

Apalagi, beberapa daerah lain,kata dia,menghadirkan pelatih asing. Beberapa daerah yang dianggap akan menjadi saingan berat Sulsel di antaranya DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kedua daerah yang mampu menghadirkan pelatih asing ini diakui sulit untuk mengukur kemampuan atlet yang dimilikinya.

Selain itu, saat ini dua peraih medali Sulsel sebelumnya juga tak bisa ikut serta karena statusnya yang bukan lagi pelajar. Artinya, hanya Asroanto yang masih kembali bisa diturunkan di Popnas ini. Demikian catatan online Nggo Kontes yang berjudul Pekan Olahraga Pelajar Nasional.
READ MORE ~>> Pekan Olahraga Pelajar Nasional

Kamis, 22 September 2011

Sekitar 98% temuan Badan Pemeriksa Keuangan

Sekitar 98% temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel di Pemkot Palopo telah diselesaikan tim tindak lanjut yang dibentuk Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Inspektorat Kota Palopo dalam kapasitasnya sebagai anggota tim tindak lanjut temuan BPK, Darmo Junaidi, dihadapan puluhan perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di Kantor DPRD Palopo, kemarin. Dia menjelaskan, dari 20 temuan keuangan dan 64 temuan administrasi sesuai rekomendasi BPK, tersisa tiga temuan yang dalam tahap penyelesaian.

“Kota Palopo tercepat menyelesaikan temuan BPK di Sulsel,”kata Darmo. Darmo menjelaskan, tiga temuan BPK yang masih dalam tahap penyelesaian pengembalian keuangan daerah, sebagian besar telah disetor ke kas daerah.

Dari tiga temuan senilai Rp1 miliar, sekitar Rp500 juta telah dikembalikan ke kas daerah. “Laporan perbaikan administrasi dan pengembalian keuangan daerah sesuai rekomendasi BPK, telah dilaporkan tim tindak lanjut ke BPK,”ujarnya.

Darmo mencontohkan, beberapa item temuan keuangan daerah yang telah diselesaikan jajaran Pemkot Palopo sesuai rekomendasi BPK, seperti pengembalian dana pembebasan lahan sebesar Rp300 juta,dana bergulir Rp60 juta, berbagai item penyalahgunaan dana Bansos mencapai Rp1 miliar.

“Pengembalian dana ini sebagai bentuk itikad baik jajaran Pemkot Palopo untuk memperbaiki berbagai temuan BPK,” katanya. Puluhan mahasiswa tergabung dalam Koalisi Anti Korupsi (KOAR) Kota Palopo kembali berunjuk rasa di Kantor DPRD Palopo, sebagai lanjutan aksi pertama pada 12 September.

Aksi itu terkait desakan penuntasan berbagai temuan penyimpangan keuangan daerah dan administrasi sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sulsel atas pengelolaan keuangan APBD Palopo 2010. Sebelum berorasi di Kantor Dewan, mahasiswa melakukan longmarch sepanjang 5 Km dari Kampus Universitas Andi Jemma (Unanda) Palopo ke DPRD.

Mahasiswa berorasi di sepanjang jalan menyoroti berbagai dugaan penyimpangan anggaran yang ditengarai melibatkan sejumlah pejabat Palopo. Di DPRD, saat menyampaikan tuntutannya di hadapan Ketua DPRD,Tasik dan anggota DPRD, mahasiswa mendesak tim tindak lanjut transparan.

“Kami minta tim tindak lanjut melalui DPRD transparan menyebutkan oknum pejabat yang belum menyelesaikan sangkutannya dalam waktu 60 hari,”kata Koordinator KOAR, Afrianto. Ketua DPRD Palopo, Tasik, secara tegas mengakui menerima dana bantuan penyelesaian S-2 dari Pemkot Palopo.

Tasik menjelakan bahwa pemberian dana bantuan penyelesaian studi tersebut bukan kapasitasnya sebagai Ketua DPRD. Pemberian bantuan tersebut selaku pribadi sebagai warga Palopo.

“Saya mendapatkan bantuan tersebut karena saya secara pribadi mengajukan permohonan bantuan penyelesaian studi S-2 kepada Pemkot. Permohonan saya dan teman disetujui eksekutif. Yang keliru dan tidak tepat, eksekutif memberikan bantuan tersebut dari dana Bansos,”paparnya. Demikian catatan online Nggo Kontes yang berjudul Sekitar 98% temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
READ MORE ~>> Sekitar 98% temuan Badan Pemeriksa Keuangan

Minggu, 11 September 2011

Kasus perkelahian

Ping dari Nggo Kontes untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Kasus perkelahian. Kepolisian Resor Kendal hingga Minggu (11/9/2011) terus mengejar dua tersangka yang diduga terkait dalam kasus perkelahian sejumlah warga Desa Ringinarum dan Desa Ngrejo, di Kecamatan Ringinarum, yang menewaskan dua warga, Sabtu (10/9/2011) lalu.

Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua tersangka berinisial F dan B yang diduga terlibat dalam perkelahian tersebut, ujar Kepala Polres Kendal Ajun Komisaris Agus Suryo Nugroho, Minggu malam.

Untuk mengantisipasi berlanjutnya perkelahian tersebut, menyusul kasus yang menewaskan dua warga Desa Ringinharjo, polisi melakukan dialog dengan warga di kedua desa tersebut. Setelah memakamkan kedua korban yang tewas, kami menggelar dialog dengan warga setempat. Kami juga menegaskan ini kasus kriminal murni bukan tawuran antarwarga desa. Jadi ini kasus penganiayaan, kata Agus.

Agus menegaskan peristiwa yang terjadi di wilayahnya tersebut sudah dilaporkan kepada Kepala Kepolisian Daerah Jateng. Situasi di desa tempat kejadian kini sudah kondusif, ujarnya. Demikian catatan online Nggo Kontes yang berjudul Kasus perkelahian.
READ MORE ~>> Kasus perkelahian
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World