Senin, 17 Oktober 2011

SBY dijadwalkan mengumumkan hasil perombakan kabinet

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengumumkan hasil perombakan kabinetnya, Selasa 18 Oktober 2011 malam. Akan ada pencopotan dan penggeseran sejumlah menteri. SBY juga menambah sejumlah wakil menteri.

Sebelum diumumkan malam ini, rencana reshuffle yang dilakukan SBY ini telah menuai banyak kritik. Postur baru kabinet dinilai terlalu gemuk dengan penambahan wakil menteri itu. Selain itu, SBY juga dinilai sejumlah kalangan terlalu mendramatisir proses pergantian ini hingga menyedot begitu banyak energi.

Angota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok menjawab kritik-kritik itu. Menurut dia, SBY lebih mengetahui kebutuhan kabinetnya dari pada orang-orang yang rajin melempar kritik.

"Kan itu omongan pengamat. Beda dengan pemainnya yang tahu permasalahan, presiden yang lebih tahu," kata Mubarok kepada media massa. "Silakan saja kalau mau mengkritik, yang jelas presiden lebih tahu kebutuhan kabinetnya. Itu saja."

Mubarok juga membantah sejumlah analisis bahwa penambahan pos sejumlah wakil menteri membuat kinerja kabinet SBY menjadi lambat karena bertambahnya rantai birokrasi. Menurut dia, penunjukan wakil menteri oleh SBY, telah disesuaikan dengan kebutuhan di kementerian masing-masing.

Mubarok menegaskan bahwa Presiden SBY menjamin kinerja para wakil menteri itu tidak akan tumpang tindih dengan para menterinya. "Tugas wakil menteri hanya membantu menteri. Jadi justru akan lebih efektif karena hanya menangani bidangnya masing-masing," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pejabat wakil menteri itu tidak akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena, pejabat wakil menteri itu berasal dari pegawai di kementerian yang bersangkutan. "Kalau gaji cuma beda sedikit. Sudah dihitung itu," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung mengatakan isu reshuffle yang mengemuka selama 1,5 bulan membuat energi masyarakat terkuras. "Ini sudah terlalu lama tidak segera diputuskan," kata Pramono, kemarin.

Sehingga, lanjut Pramono, masyarakat dibuat jenuhdengan isu reshuffle yang berkepanjangan itu. "Jadi orang tidak lagi melihat siapa menjadi apa, tetapi yang mereka tunggu sebenarnya adalah apakah nanti hasil rehuffle nanti performen pemerintah akan jadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya," kata dia.
READ MORE ~>> SBY dijadwalkan mengumumkan hasil perombakan kabinet

Jumat, 07 Oktober 2011

Ratusan petani

Ratusan petani, warga Desa Nusantara Jalur 27, Air Sugihan OKI, terancam gagal panen. Pasalnya, 1.200 hektare (ha) lahan pertanian mereka terancam digusur PT Selatan Agro Makmur Lestari (SAML). Menurut Koordinator Forum Petani Nusantara Anwar Sadat, sebanyak 1200 ha tanaman padi warga bakal hilang lantaran kehadiran PT SAML.

Alasannya, karena warga yang sudah menempati lokasi sejak 10 tahun lalu dianggap menempati lahan pertanian mereka. Tidak sedikit bentuk intimidasi yang dilakukan PT SAML untuk mengusir warga. Namun, warga memilih bertahan dan ingin memperjuangkan apa yang diusahakan sejak lama, kata dia saat dibincangi di Gedung DPRD Sumsel kemarin.

Direktur Walhi Sumsel itu mengatakan, selain menurunkan alat berat yang merusak tanaman padi, perusahaan itu juga melibatkan aparat untuk menakuti warga. Tujuannya agar bisa mengganggu kenyamanan penduduk, sehingga warga tersebut memilih pindah ke lokasi lain. Kami tahu negara melalui Undang-undang No 22 juga mengatur perlindungan lahan pangan berkelanjutan.

Itu sebabnya kami hadir dan mengadukan nasib ke Komisi II DPRD Sumsel dengan harapan bisa mendapatkan kembali lahan warga, tuturnya. Kemudian, sambung Sadat, hasil dari dengar pendapat di Pemprov Sumsel, yang dihadiri Kepala BPN (Badan Pertanahan Negara) Sumsel pada 26 September lalu, ternyata diketahui bahwa PT SAML tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU).

Sehingga Sadat yakin lahan yang sudah diusahakan warga secara turun menurut itu bisa di-enclave. Sementara, Sekretaris Forum Petani Nusantara Sukirman mengungkapkan, pada awalnya tanah tempat mereka hidup adalah Lahan APL (Areal Penggunaan Lain). Namun sejak tahun 1980, banyak warga yang datang dari Jawa dan mulai bercocok tanam di lahan areal APL yang banyak hama dan binatang buas. Akhirnya u lahan yang mereka sejak tahun 2005 itu menghasilkan.

Namun anehnya, ujar Anwar Sadat, pada 2007 turun izin prinsip PT SAML dan menurunkan alat berat saat padi sedang berisi. Kami sempat mengalami kerugian besar ketika alat beras merusak padi kami yang sedang bunting (berisi). Namun, kami sempat melakukan perlawanan demi mempertahankan padi kami, ungkap Sukirman.

Menyikapi permasalahan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel Saifurrahman mengatakan, dewan sudah menerima keluhan yang disampaikan warga. Untuk itu dewan akan berusaha mewujudkan harapan petani di Air Sugihan OKI. Hal pertama yang akan kami lakukan yakni berkerja sama dengan Komisi I karena masih menyangkut lahan, kata dia. Namun, karena ini merupakan lahan pertanian tanaman pangan, Komisi II perlu ikut campur.

Sebab, akan sangat merugikan jika lahan pangan pertanianini berganti dengan lahan perkebunan. Terlebih bila melihat kondisi krisis pangan yang terjadi saat ini, katanya. Tentang intimidasi masih terus berlangsung, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membenarkan masih kerap terjadi. Meskipun pada 2008–2009 sempat tidak ada intimidasi karena perusahaan tidak melakukan aktivitas, sejak 2010 sampai sekarang, terjadi lagi aktivitas sehingga mengganggu lahan warga.
READ MORE ~>> Ratusan petani
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World