Kamis, 15 Maret 2012

Pelaku Penipuan Melalui Telepon

Subdirektorat Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus tujuh dari delapan orang pelaku penipuan melalui telepon. Para pelaku melancarkan aksinya sejak tiga tahun lalu dengan mencari korbannya secara acak melalui buku telepon Yellow Pages.

Ketujuh pelaku yang diamankan, yakni Usman bin Palene, Rasyid alias Yusuf, Ibrohim alias Noim, Andi Indra Saputra, Ahmad Lamong alias Andy Nugraha, Ebit Darmawangsa, dan Ricky. Mereka ditangkap pada tanggal 13 Maret 2011 di rumah Usman di komplek Gading Griya Lestari, Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Subdit Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, mengatakan, para pelaku ini hanya menggunakan buku Yellow Pages sebagai modal untuk beraksi.

"Mereka ngacak saja dalam memilih korbannya. Tidak melihat kaya atau miskin, atau tinggal di perumahan mewah atau tidak. Semuanya ditipu sama mereka," ungkap Helmy, Kamis (15/3/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Pencarian nama calon korban dilakukan oleh dua orang pelaku, yakni Rasyid alias Yusuf dan Ibrohim alias Noim. Usai mencari nama yang akan dijadikan korban, salah seorang di antaranya kemudian mulai menghubungi korban. Di sinilah kelihaian pelaku menggali informasi dari calon korban dilakukan.

"Salah seorang pelaku mengaku sebagai petugas kelurahan yang akan membuat e-KTP. Dia bilang kelurahan butuh nama siapa saja yang tinggal di situ, nomor telepon, dan sekolahnya di mana," kata Helmy.

Korban biasanya mudah percaya karena para pelaku ini tidak meminta imbalan biaya dan hanya menanyakan data. Sekitar dua hari kemudian, korban kembali ditelepon oleh pelaku lainnya, yakni Ebit Darmawangsa dengan mengaku sebagai guru dari sekolah X, tempat sang anak bersekolah.

"Mereka bilang kalau anaknya jatuh dan kepalanya berdarah sudah dibawa ke rumah sakit tapi butuh biaya obat segera dan diminta menghubungi sang dokter untuk tahu kabar terakhirnya. Nomor telepon dokter gadungan ini dikasih pelaku yang terhubung dengan pelaku lainnya," ujar Helmy.

Dengan suara meyakinkan, Usman yang menjadi otak komplotan ini kemudian menjelaskan kondisi sang anak yang mengkhawatirkan dan butuh pengobatan segera.

"Mereka minta uang untuk biaya obat dan minta segera ditransfer ke nomor rekening sekian. Karena sudah panik, korban akhirnya menuruti," ungkap Helmy.

Untuk lebih meyakinkan keluarga, kata Helmy, dua pelaku lain yakni Ahmad Lamong alias Andy Nugraha dan Andi Indra bertugas mengganggu ponsel anak korban.

"Dia telepon terus sampai anak korban kesal dan mematikan teleponnya. Nah, di saat itulah mereka beraksi sementara orangtuanya tidak berhasil mengubungi anaknya sehingga cerita itu dengan mudahnya diterima orangtua," ujarnya.

Dari para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 1 unit mobil Toyota Harier, 6 buku tabungan BRI Britama, 2 buku tabungan Tahapan BCA, 23 unit telepon seluler, dan berbagai macam kartu perdana. Mereka kini mendekam di tahanan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap telepon yang tidak dikenal. Usahakan tidak panik dan selalu bertanya untuk memastikan kebenaran informasi itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.
READ MORE ~>> Pelaku Penipuan Melalui Telepon

Kamis, 08 Maret 2012

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel menargetkan realisasi Penanaman Modal Asing di daerah ini mencapai USD100 juta hingga akhir 2012. Sementara, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditargetkan Rp5 triliun. Terget tersebut dinilai realistis mengingat iklim investasi Sulsel sekarang ini tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan BKPM RI, hingga triwulan ke- IV 2011 lalu Sulsel mencatatkan pemasukan PMA sebesar USD98,5 juta. Sedangkan untuk PMDN sebesar Rp3,9 triliun.

Kegiatan lain akan fokus dilakukan pada kajian potensi penanaman modal adalah desiminasi kepada para pelaku ekonomi di Provinsi Banten dengan mempresentasikan potensi dan peluang investasi di Sulsel “PMDN kita optimis bisa mencapai Rp5 triliun,dan PMA dapat mencapai USD100 juta. Atau, kita usahakan sama dengan angka di 2011 lalu,” kata Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, kemarin. Untuk mencapai angka tersebut, pihaknya intensif mengikuti forum promosi bisnis investasi dengan badan, asosiasi, serta lembaga dan perusahaan di luar negeri.

“Selain itu, kita juga akan aktif melakukan pameran dan promosi yang lebih fokus pada sektoral yang menjadi skala prioritas kita,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan bisnis plan terhadap enam komoditi yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Masing-masing komoditi yang akan dijual tersebut yakni kakao, jagung, rumput laut, sapi, udang serta beras.
READ MORE ~>> Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World