Selasa, 29 Oktober 2013

Tubagus Chaeri Wardana Alias Wawan

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan lebih jauh dan intensif terhadap Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, tersangka kasus dugaan penyuapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar, melalui pengacara Susi Tur Andayani. Hal ini terkait sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak. KPK mendalami kemungkinan untuk menjerat adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Sekarang prosesnya sedang berjalan, terhadap Wawan itu sekarang kita sedang memeriksa lebih jauh dan intensif. Itu sebabnya beberapa hari yang lalu kita pergi ke daerah Tangsel (Tangerang Selatan) itu sebenarnya untuk melacak lebih lanjut keterkaitannya,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Selasa (29/10/2013) saat ditanya kemungkinan Wawan dijerat dengan TPPU.

Beberapa waktu lalu, KPK meminta keterangan dan bahan dari Dinas Kesehatan Tangerang Selatan. Pemintaan keterangan ini terkait dengan penyelidikan KPK atas pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan tahun anggaran 2010-2012. Diduga, proyek ini masih berkaitan dengan Wawan.

Menurut Bambang, penyelidikan proyek ini akan dikombinasikan dengan penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Wawan. “Kita akan kombinasikan itu, sekarang sebenarnya, kalau boleh dibuka, proses lidik itu juga lagi jalan, tapi sebaiknya ini tidak diteruskan karena ini lidiknya sedang berkembang,” lanjut Bambang.

Dia menambahkan, jika penyelidikan terkait Wawan ini sudah naik ke tahap selanjutnya, KPK pasti akan mengumumkan hal tersebut seperti saat menetapkan Akil sebagai tersangka kasus selain dugaan suap Lebak dan Gunung Mas.

“Nah kalau sudah seperti Pak Akil, naik ke tahapan lebih lanjut pasti akan dikemukakan,” ucap Bambang.

Seperti diketahui, selain menjerat Akil dengan pasal penerimaan suap, KPK menetapkan Ketua MK nonaktif itu sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait penanganan perkara selain sengketa pilkada Lebak dan Gunung Mas. Belakangan, KPK menetapkan Akil sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.

Baca juga: Resep Pai Stroberi.
READ MORE ~>> Tubagus Chaeri Wardana Alias Wawan

Jumat, 18 Oktober 2013

Serangan Siber Dari 175 Negara Di Dunia

Serangan cyber yang berasal dari Indonesia terus melonjak. Dari laporan terbaru Akamai, posisi Indonesia tercatat sebagai negara yang paling banyak melakukan serangan siber.

Melansir PC Magazine, 17 Oktober 2013, pada kuartal kedua tahun 2013, Akamai mencatat serangan siber dari 175 negara di dunia.

Hasilnya, Indonesia muncul sebagai negara yang paling sering melakukan peretasan server, dengan 38 persen dari total serangan siber di dunia. Angka itu melonjak dari triwulan pertama tahun 2013 yang berjumlah 21 persen.

Di posisi kedua terdapat China yang sebelumnya pada triwulan pertama menduduki posisi pertama. Jumlah serangan siber di Negara Tirai Bambu itu sebanyak 33 persen, turun satu persen dari triwulan pertama tahun ini.

Lalu, posisi ketiga diraih oleh Amerika Serikat. Total serangan siber yang berasal dari negara adidaya itu menurun dari 8,3 persen pada triwulan pertama menjadi 6,9 persen pada triwulan kedua tahun 2013. Rata-rata serangan siber yang dilakukan lebih kepada serangan pada port 443 (HTTPS) dan port 80 (WWW). Keduanya menduduki posisi pertama dan kedua yang sering menjadi sasaran serangan siber.

Namun, laporan terbaru Akamai belum tentu valid, karena belum bisa dipastikan apakah serangan siber tersebut benar-benar berasal dari Indonesia. Karena, riset ini menggunakan sampel IP address, yang sebenarnya bisa saja dilakukan oleh peretas dari luar Indonesia yang memanfaatkan IP address Indonesia.

Dalam laporannya, Akamai juga merilis konektivitas dan kecepatan Web di beberapa negara. Hongkong menjadi negara yang memiliki kecepatan akses Internet tercepat di dunia.

Kecepatan tertinggi akses Internet di Hongkong menembus 65,1 Mbps, disusul Korea Selatan dengan kecepatan 53,3 Mbps. Peringkat ketiga diduduki Jepang dengan kecepatan 48 Mbps. Sementara Amerika Serikat tidak berada posisi 10 teratas, kecepatan Internetnya paling tinggi hanya 8,7 Mbps.

Bagaimana dengan Indonesia? Masih sangat ketinggalan. Kecepatan maksimum Internet-nya 11,3 Mbps. Sedangkan kecepatan rata-ratanya 1,7 Mbps, masih di bawah rata-rata kecepatan Internet dunia yang mencapai 3,3 Mbps.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2014.
READ MORE ~>> Serangan Siber Dari 175 Negara Di Dunia

Rabu, 02 Oktober 2013

BlackBerry 9720 Bersistem Operasi OS 7 versi 7.1

BlackBerry meluncurkan produk terbaru BlackBerry 9720 bersistem operasi OS 7 versi 7.1, di Indonesia. BlackBerry ini bermodalkan fitur unggulan termasuk tombol BBM khusus yang membuat pengguna mudah memasuki aplikasi pesan instan hanya dengan menekan satu tombol.

Ponsel pintar ini juga menawarkan fitur BBM Voice sehingga pengguna dapat berbicara dengan rekan di BBM secara gratis dengan jaringan Wi-Fi. Dengan layar sentuh 2,8 inchi, BlackBerry 9720 tetap mempertahankan keyboard QWERTY, sementara penggunanya juga berbagi status ke beragam akun, mulai dari BBM, Twitter, dan Facebook dalam fitur Multicast.

"Tapi kami mengambil karakter yang paling sedikit, jadi maksimal 140 karakter," kata Ardo Fadhola, Senior Country Product Manager BlackBerry Southeast Asia di Jakarta, Selasa. Ardo juga menjanjikan bahwa kualitas software ponsel baru ini meningkat, sedangkan konsumsi baterainya lebih irit. Kapasitas baterai 1.450 mAh ini dapat bertahan hingga tujuh jam talktime dan 18 hari dalam keadaan stand by. Setiap membidikkan kamera 5 MP dengan 4x zoom digital, pengguna juga dapat langsung berbagi foto ke jejaring media sosial lewat fitur Snap and Share.

BlackBerry 9720 juga memiliki aplikasi FM Radio sehingga pengguna dapat mendengarkan saluran FM radio lokal sekaligus berbagi informasi pada teman BBM tentang saluran radio yang sedang didengar. Produk baru BlackBerry ini dihargai Rp2.599.000 dan mulai tersedia di Indonesia pada 4 Oktober mendatang.

Baca juga: Cerita Teguh Dalam Iman.
READ MORE ~>> BlackBerry 9720 Bersistem Operasi OS 7 versi 7.1
 
 
Copyright © 2013 Nggo Kontes All Rights Reserved
Khanza Aulia Shafira Nugroho Kanghari Animal World